Daftar Investasi
Fasilitasi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mempercepat investasi
Daftar Investasi ….
Peluang Investasi
Industri
Pengembangan Industri Pengolahan dan UMKM Terpadu di Kabupaten Kudus
- Desa Tanjungkarang, Kab. Kudus, Prov. Jawa Tengah
- 2025
Terletak di Desa Tanjungkarang, Kabupaten Kudus, lokasi pengembangan industri
Lokasinya strategis, didukung akses transportasi …..
11.76%
PDRB
Rp 67,0M
Laju Pertumbuhan Ekonomi
9 Tahun
Realisasi Investasi
Rp 549,6M
Serapan Tenaga Kerja
Pertanian
Pengembangan Kawasan Hortikultura & Pasca Panen Terpadu di Kabupaten Kudus
- Desa Jepang Wetan, Kec. Mejobo, Kab. Kudus
- 2025
Pengembangan klaster cabai, bawang merah, dan sayuran daun dengan green-house, irigasi tetes, gudang dingin, serta packing house. Akses dekat jalur kabupaten dan pasar regional; kemitraan dengan kelompok tani & offtaker ritel.
14,8%
PDRB
Rp 92,3M
Laju Pertumbuhan Ekonomi
7 Tahun
Realisasi Investasi
Rp 780,6M
Serapan Tenaga Kerja
Pariwisata
Pengembangan Kawasan Wisata Religi & Heritage Menara Kudus
- Kawasan Kauman – Menara Kudus & koridor menuju Colo (Kec. Dawe), Kab. Kudus
- 2025
Revitalisasi koridor wisata religi dan cagar budaya dengan riverwalk, alun-alun tematik, museum mini kretek, pusat UMKM kuliner & batik Kudus, visitor center, serta jaringan shuttle kendaraan listrik (EV). Paket tur terintegrasi ke Colo–Muria, homestay berbasis warga, dan kalender event tahunan.
13,1%
PDRB
Rp 88,9M
Laju Pertumbuhan Ekonomi
8 Tahun
Realisasi Investasi
Rp 690,2M
Serapan Tenaga Kerja
Berdasarkan Sektor
4,05 Miliar USD
Peluang
Investasi
10,1%
Total
IPRO
59,7%
LQ
Agregat Lintas Sektor
Shiftshare
Mendorong industri pengolahan dan UMKM Kudus agar makin kompetitif melalui modernisasi pabrik, efisiensi energi, dan hilirisasi berbasis bahan baku lokal. Fokus pada makanan-minuman, tekstil, rokok/tembakau, kertas, dan kemasan dengan dukungan kawasan industri terpadu dan pembiayaan KUR/penanaman modal.
0,35 Miliar USD
Peluang
Investasi
1,10%
Total
IPRO
12,4%
LQ
1.250.000 ton
Shiftshare
Memperkuat ketahanan pangan dan nilai tambah lewat klaster padi–jagung–hortikultura, irigasi presisi, packing house, dan kemitraan offtaker. Program budidaya ramah lingkungan, cold chain, serta pelatihan GAP/GHP untuk stabilitas harga dan peningkatan pendapatan petani.
0,18 Miliar USD
Peluang
Investasi
0,40%
Total
IPRO
4,6%
LQ
3.200.000 Kunjungan
Shiftshare
Mengembangkan koridor wisata religi–heritage Menara Kudus hingga Colo–Muria dengan fasilitas visitor center, shuttle EV, homestay, dan kalender event tahunan. Menekankan pengalaman budaya, kuliner, dan UMKM lokal agar lama tinggal dan belanja wisatawan meningkat.
0,22 Miliar USD
Peluang
Investasi
0,85%
Total
IPRO
6,1%
LQ
210.500 ton
Shiftshare
Mendorong produksi unggas, telur, sapi potong, serta budidaya lele–nila dengan standar biosekuriti dan pakan efisien. Penguatan cold chain, sertifikasi halal, dan rumah potong hewan ikan (RPHI) untuk membuka akses pasar ritel modern dan ekspor.
0,55 Miliar USD
Peluang
Investasi
1,90%
Total
IPRO
23,5%
LQ
28,4 Triliun
Shiftshare
Mengakselerasi digitalisasi UMKM, logistik, keuangan mikro, dan layanan kreatif. Penguatan pasar rakyat, e-catalog lokal, serta last-mile delivery agar produk Kudus mudah diakses dan daya saing ritel–jasa meningkat.
0,75 Miliar USD
Peluang
Investasi
0,00%
Total
IPRO
3,2%
LQ
68km Jalan Ditingkatkan
Shiftshare
Meningkatkan konektivitas kawasan industri–desa wisata melalui peningkatan jalan, drainase, air bersih, TPA terpadu, dan ruang publik hijau. Prioritas pada proyek yang menurunkan biaya logistik, memperlancar arus barang–orang, dan mendukung investasi baru.
Investasi Strategis Per-Sektor
- Kudus
Industri
Kabupaten Kudus memiliki tradisi industri kuat, terutama industri kretek yang menjadi identitas budaya sekaligus penopang ekonomi daerah. Ekosistemnya didukung pabrik pengolahan tembakau, industri kemasan, percetakan, serta logistik yang terhubung koridor Pantura. Diversifikasi tumbuh pada makanan–minuman, kertas, dan tekstil, mendorong modernisasi proses, efisiensi energi, dan penyerapan tenaga kerja lokal. Hilirisasi dan kemitraan dengan UMKM memberi peluang peningkatan nilai tambah dan ekspor.
Peluang Investasi
Pertanian
Wilayah Kudus didominasi lahan sawah dan hortikultura dengan komoditas unggulan padi, jagung, cabai, dan bawang merah. Program intensifikasi, irigasi presisi, serta cold chain dan packing house di sentra produksi membantu stabilitas pasokan dan kualitas panen. Kemitraan petani–offtaker mendorong kepastian harga dan akses pasar ritel modern. Potensi olahan pascapanen membuka peluang investasi pada gudang dingin dan unit pengolahan.
Peluang Investasi
Pariwisata
Kudus dikenal sebagai destinasi wisata religi dan heritage, berpusat di kawasan Menara Kudus hingga koridor Colo–Muria. Atraksi budaya, kuliner khas (jenang, soto, lentog), dan kerajinan lokal memperkaya pengalaman wisatawan. Pengembangan riverwalk, visitor center, homestay berbasis warga, serta shuttle ramah lingkungan memperpanjang lama tinggal. Kalender event tahunan menstimulasi belanja wisata dan membuka peluang usaha UMKM.
Peluang Investasi
Infrastruktur
Penguatan konektivitas wilayah dilakukan melalui peningkatan kualitas jalan penghubung kawasan industri–desa wisata, drainase kota, air bersih, dan pengelolaan sampah terpadu. Pengembangan park & ride dan koridor hijau meningkatkan kenyamanan mobilitas dan menurunkan biaya logistik. Proyek infrastruktur digital dan penerangan jalan mendorong ekonomi malam serta layanan publik yang inklusif. Skema KPBU memberikan ruang kolaborasi investasi.
Peluang Investasi
Peternakan & Perikanan
Subsektor ini bertumpu pada unggas pedaging–petelur, sapi potong, serta budidaya lele dan nila pada kolam air tenang. Penerapan biosekuriti, pakan efisien, dan sertifikasi halal meningkatkan produktivitas dan akses pasar. Rantai dingin (cold chain) dan rumah potong hewan/ikan memperkuat mutu produk untuk ritel modern. Potensi hilirisasi (sosis, abon, fillet beku) menawarkan nilai tambah baru bagi pelaku usaha lokal.
Peluang Investasi
Perdagangan & Jasa
Sebagai pusat niaga di koridor Pantura, Kudus memiliki jaringan perdagangan grosir–ritel yang ditopang industri dan pariwisata. Digitalisasi UMKM, layanan keuangan mikro, serta last-mile delivery memperluas jangkauan produk lokal. Penguatan pasar rakyat dan e-catalog lokal meningkatkan transparansi dan serapan belanja pemerintah/korporasi. Sektor jasa kreatif, kuliner, dan logistik memberi peluang kemitraan bagi investor dan pelaku usaha daerah.





